Diklat Kompetensi Penyuluh Agama Non PNS Kab. Gresik, Dibuka Kepala BDK M. Toha-Disambut H.Supandi

By TRI HAYATI FITRIYANI, S.Pd 07 Mei 2018, 16:37:18 WIB
Diklat Kompetensi Penyuluh Agama Non PNS Kab. Gresik, Dibuka Kepala BDK M. Toha-Disambut H.Supandi

Kab. Gresik (Inmas) - Senin (7/5) Kegiatan " Diklat Teknis Substantif Kompetensi Penyuluh Agama Islam Non PNS di Lingkungan Kankemenag Kab.Gresik pada tanggal 7 sampai 12 Mei 2018". Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya bersama Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kantor kementerian Agama Kabupaten Gresik, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya Mochammad Toha.

Beliau juga memberika materi diklat, penekanan kepada peserta diklat untuk menetapkan hati untuk menjadi keluarga besar kementerian agama. Penyuluh Non PNS menjadi orang negara maka mempunyai konsekwensi segala kehadiran dan karyanya adalah menjadi kehadiran dan karya dari negara republik  Indonesia.

Beliau memberikan materi diklat  dengan memberikan gambaran  multicultural yang ada di Indonesia. Beliau juga memberikan triks tentang menghadapi masyarakat yang sangat lemah keimanannya karena segi ekonomi dan pendidikan. Maka harus dengan stategi yang cerdas, dengan memahai kebutuhan mendasar dari masyarakat, maka dapat mempertahankan keimanan dan menjaga jumlah muslim di suatu daerah dan di Indonesia. Pungkasnya.

Sedangkan, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik H.Supandi. Ia member  sambutannya dengan menyemangati  penyuluh non pns.

“Anda sebagai kekasih Allah luar biasa bisa bergabung bersama menjadi keluarga besar Kementerian Agama, karena sejarah berdirinya kemenag, didirikan oleh para tokoh-tokoh agama, kiyai-kiyai kekasih Allah dengan keikhlasan yang sangat tinggi, dengan niat hanya karena Allah,”ujarnya. Ia menambahkan agar bisa melanjutkan cita-cita para pendahulu, pendiri Kementerian Agama.

Penyuluh adalah ujung tombak pemerintah dalam membimbing dan mendampingi masyarakat. Dalam memahami agama maupun memahami segala keruwetan kehidupan, penyuluh dianggap pintar dalam segala segi keilmuan,  ujarnya sebelum menutup sambutannya.

Sementara ketua panitia M.Qoyyim Kasi Bimas  menjelaskan bahwa kegitan ini diikuti 35 peserta penyuluh non pns di lingkungan Kankemenag Gresik selama enam hari dari tanggal 7 sampai 12 Mei 2018. Materi diklat kali ini adalah materi dasar, inti dan penunjang. Biaya yang digunakan adalah DIPA BDK Surabaya tahun 2018. Panitia adalah gabungan dari BDK Surabaya dan Seksi Bimas Kankemenag Gresik. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kecakapan penyuluh honor