Evaluasi UAMBN Di Kemenag Gresik Bagi MI, MTs dan MA TP. 2017/2018

By TRI HAYATI FITRIYANI, S.Pd 12 Jul 2018, 15:44:54 WIB
Evaluasi UAMBN Di Kemenag Gresik Bagi MI, MTs dan MA TP. 2017/2018

Kab. Gresik (Pendma) – Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik  Rabu (11/07) menggelar Evaluasi UAMBN (Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Gresik bagi MI, MTs dan MA.

Diselenggarakan di Aula Kan Kemeng Kab. Gresik, yang melibatkan 18 kepala MI, 158 kepala MTs, 82 kepala MA dan 5 pengawas Se Kabupaten Gresik. Kegiatan ini diselenggarakan, dengan maksud mengevaluasi pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) beberapa bulan yang lalu.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementerian Agama Gresik, Moh. Nasim yang juga sebagai narasumber pada acara tersebut mengatakan, bahwa kami sangat membutuhkan laporan pelaksanaan UAMBN pada masing-masing Madrasah.

“Bagaimana pelaksanaan UAMBN di masing-masing Madrasah. Apa saja hambatan yang mungkin ditemui selama pelaksanaan UAMBN tersebut. Bagaimana gambaran hasil pelaksanaan UAMBN tersebut, adakah bentuk soal yang menyulitkan siswa, dan bagaimana keadaan soal UAMBN tersebut, masih tersegelkah atau tidak, ada yang rusak atau tidak. Selain dari itu semua,“ menurut Moh. Nasim Kasi Pendma.

Ia pun menambahkan, bahwa Evaluasi ini terkandung maksud untuk mengevaluasi dan mempertahankan Madrasah jauh lebih baik tingkat integritasnya, sehingga memperoleh piagam penghargaan dari Kemendikbud.

"Preatasi harus kita pertahankan terus, Selalu mengantisipasi maraknya peredaran narkoba dilingkungan Madrasah, bahwa Madrasah harus kita jauhkan dari bahaya “Laten“ Narkoba," ungkapnya dengan semangat. Beliau juga memberikan saran untuk memberikan pelajaran kepada anak didik tentang kebijakan mensikapi media sosial yang semakin marak akhir-akhir ini, sehingga bisa mengambil sisi positifnya dan jangan samapi terkena imbas negatifnya.

Sementara itu Kepala Kemenag H. Supandi membutuhkan masukan saran dari Kepala Madrasah, Ia berharap nantinya masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi ditingkat Kanwil.

"Kami sangat membutuhkan saran dan masukan dari bapak dan ibu kepala madrasah, khususnya berkenaan dengan pelaksanaan UAMBN kali ini, yang nantinya akan kami bawa sebagai bahan evaluasi ditingkat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur," harap H. Supandi ketika membuka acara evaluasi tersebut. (TRI.HF)