H. Supandi Hadir Mengusung 500 ASN Kemenag Kab.Gresik Pada Jambore Lintas Agama Jatim 2018

By TRI HAYATI FITRIYANI, S.Pd 10 Jul 2018, 17:10:22 WIB
H. Supandi Hadir Mengusung 500 ASN Kemenag Kab.Gresik Pada Jambore Lintas Agama Jatim 2018

Kab. Gresik (Inmas) – Kamis (5/7) Mencapai puncak acara pelaksanaan Jambore Lintas Agama, penyuluh agama islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik tetap solid dan kompak utuh bertahan di bumi perkemahan Sidoarjo. Tak ketinggalan hadir Kakankemenag Kabupaten Gresik H. Supandi mengajak 500 ASN dari Kantor, Madrasah, dan KUA se kabupaten Gresik. Hal demikian dikarenakan pada saat itu Menteri Agama RI H. Lukman Hakim Saifuddin menghadiri acara Jambore sekaligus menggelar halal bi halal dengan para pejabat dan ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Prov. Jatim.

Acara yang dihadiri oleh tokoh Lintas agama se jawa timur tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa timur H. Syamsul Bahri menyampaikan laporannya bahwa ada empat agenda yang dilaksanakan di Kanwil Kemenag kebanggan warga jawa timur ini,  yaitu pertemuan penyuluh agama lintas agama, pertemuan pembina osis madrasah, pertemuan tokoh-tokoh lintas agama, dan juga pertemuan tokoh ulama Islam se jawa timur.

Syamsul Bahri menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah guna mewujudkan kekompakan dan kebersamaan, mencairkan suasana antara atasan dan bawahan, serta membangun mindset baru yang pastinya tak lain adalah untuk  Jawa Timur hebat, bermartabat serta tentunya sukses.

Menag RI Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan selayang pandang tentang pentingnya kedamaian hidup bermasyarakat memberikan apresiasi kepada para penyuluh, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah mengisi waktunya untuk menjadikan kehidupan keagamaan dan pendidikan keagamaan khususnya di Jawa Timur meningkat, sehingga kualitas kerukunan hidup antar umat beragama pada bangsa yang religius ini dari waktu ke waktu semakin baik dan meningkat.

Beliau juga mengajak kepada keluarga besar Kementerian Agama, khususnya para penyuluh untuk senantiasa paham dan sadar bahwa dalam kehidupan yang semakin berat dan kompleks,  peran untuk menyampaikan penerangan tentang esensi dan substansi agama menjadi semakin relevan dan urgen.  Oleh karenanya, Menag RI menyegarkan kembali memori bersama bahwa agama hadir untuk mendamaikan kehidupan, dan ajarannya menekankan agar sesama manusia menjaga, melindungi, menghormati harkat, derajat, dan martabat manusia. (TRI.HF).