Kabid PAIS Kemenag Prov. Jatim : Guru Pendidikan Agama Islam Jangan Khawatirkan Tunjangan

By TRI HAYATI FITRIYANI, S.Pd 26 Jul 2018, 21:05:48 WIB
Kabid PAIS Kemenag Prov. Jatim : Guru Pendidikan Agama Islam Jangan Khawatirkan Tunjangan

Kab. Gresik (PAIS) – Bertempat di aula Masjid Agung Gresik, (guru pendidikan agama islam) GPAI mengadakan acara “Pelantikan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Gresik masa bakti 2017-2022”. Sangat istimewa acara ini karena  menghadirkan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Syamsul Bahri, yang selanjutnya diwakilkan pada Kabid PAIS Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur. Salah satu sambutan H. Jamal mengatakan bahwa guru pendidikan agama islam tidak perlu menghawatirkan tunjagan baik TPP maupun TPG, karena Kementerian Agama mendukung penuh akan kesejahteraan GPAI.

AGPAI tidak perlu demo, namun bisa matur ke Bupati untuk membuatkan SK dengan syarat proporsional dan profesional, selanjutnya urusan tunjangan adalah kami Kementrian Agama yang membayar, demikian penuturan H. Jamal. Beliau menambahkan, GPAI tidak usah bersedih karena bisa berimbas kepada siswanya. Guru dari rumah berangkat mengajar sudah harus ditata niat dengan hati yang ikhlas dan pikiran yang bersih. Sehingga siswa bisa senang yang berimbas pada prestasi akademik maupun karakternya. Percuma saja kurikulum sudah berubah berkarakter kalau tidak dimulai dengan guru berkarakter.

Acara tersebut diadakan Kamis (26/07) yang dihadiri Kakankemenag Kab. Gresik H. Supandi, Kasubbag TU H. Munir, Kasi PAIS Ahmad Hudaibi, Kasi PHU Moh. Zaini, Kepala Diknas Kab. Gresik dan Ketua AGPAII Jatim. Dan dihadiri  95 % dari jumlah 847 GPAI  dari tingkat SD, SMP dan SMA se kabupaten Gresik.

H. Jamal juga menjawab kehawatiran guru perihal pengangkatan guru tidak tetap menjadi guru tetap. Beliau memberikan informasi bahwa ada perencanaan yang sudah matang dari pemerintah pada tahun 2019. Menetapkan status tetap pada 100 ribu guru di seluruh Indonesia, 20 ribu guru pada Kementerian Agama dengan berbagai mata pelajaran. Karena tidak bisa dipungkiri keadaan di Jawa Timur kekurangan guru agama sampai 8000 guru di tingkat setara SD, SMP maupun SMA.

Terakhir H. Jamal mengingatkan karena penting, bahwa jangan lupa jati diri sebagai seorang guru agama, karena untuk guru agama sangat terlihat jelas bila melakukan hal-hal yang tidak benar dibandingkan dengan profesi yang lain. Guru juga harus memenejemen dirinya untuk terus menambah ilmu meningkatkan keprofesionalannya. (TRI.HF)