Monev UNBK MA Kemenag Kab. Gresik, Pengawas Muyasaroh Dan Pengawas Mujtahid Berbagi Tugas

By TRI HAYATI FITRIYANI, S.Pd 11 Apr 2018, 16:58:27 WIB
Monev UNBK MA Kemenag Kab. Gresik, Pengawas Muyasaroh Dan Pengawas Mujtahid Berbagi Tugas

Kab. Gresik (PendMa) - Pagi ini Rabu (11/4) adalah hari ketiga UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) dilaksanakan di Kankemenag Kabupaten Gresik pada jenjang madrasah aliyah (MA). Pengawas Tingkat Madrasah Aliyah  Kantor Kemeterian Agama Kab. Gresik berbagi tugas, Mujtahid monev di MA Negeri dan Muyasyaroh monev di MA swasta .

Pengawas Mujtahid mengawasi MAN 1 dan MAN 2 Gresik, sedangkan pengawas Muyasyaroh melakukan kunjungan dinas ke MA MA Mambaussholihin,  MA Daruttaqwa, MA Al Ibrohimi, MA Arroudloh,  MA Hidayatul Ummah, MA Wali Songo dan MA Assyafi iyah.

Pengawas Mujtahid melakukan pengecekan tertib administrasi, MAN 1 dan MAN 2 Gresik. Mengatakan  saat proses ujian, berjalan secara tertib dan tanggung jawab. Beberapa keperluan yang dibutuhan telah dilengapi sebagai bahan laporan ke kantor,  "Ujian kali ini sangat tertib dan terkendali," ujarnya.

Monitoringnya ke beberapa ruang ujian laboraturium untuk menyakinkan bahwa tidak ada gangguan teknis yang berarti. Semoga ujian kali ini diberian kelancaran, dengan kondisi para pesertanya yang tidak ada absen karena kondisi tertentu, pungkas Mujtahid yang menjabat sebagai ketua pokjawas Kakemenag Kab. Gresik ini..

Pengawas Muyasyaroh mengatakan, pelaksanaan UNBK 2018 berlangsung selama 4 hari dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Mata Pelajaran Pilihan Jurusan .Ujian dibagi 3 sesi yaitu pukul 08.00 sampai 10.00 WIB dan dillanjut pukul 11.00 sampai 13.00 WIB, sementara sesi terakhir 14.00 sampai 16.00 WIB.

Semua yang mengikuti ujian memang mengatakan soal sulit, tetapi mereka meyakini bahwa mereka bisa, hal ini menunjukkan bahwa mereka belajar dengan baik karena telah mengikuti try out dengan kontinyu. Pengawas Muyasyaroh berdo’a semoga semua MA di Kabupaten Gresik semua lulus dan mereka yang lulus bisa sekolah lagi di Perguruan Tinggi yang dipilih masing-masing. Amin. (TRI.HF)