Kemenag Gresik - Gresik, 5 September 2023 - Dilaksanakan kegiatan silaturahim kebangsaan oleh Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jawa Timur bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Guru di Kab. Gresik. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kemenag Gresik, H. Moh. Ersat yang juga selaku Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jawa Timur, Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah, Wakil Ketua MUI Jawa Timur, KH. Ahsanul Haq, Dr. KH. Islah Bahrowi sebagai Narasumber, Ketua MUI Kecamatan se-Kab. Gresik. Dan seluruh tamu undangan kurang lebih 250 orang.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia, dilanjutkan dengan sambutan dan pemberian laporan oleh Kepala Kemenag Gresik sekaligus Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jawa Timur, H. Moh. Ersat, kemudian pemberian sambutan-sambutan.

Kepala Kemenag Gresik selaku Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Jawa Timur, H. Moh.Ersat memberikan laporan bahwa sebanyak 57% guru di Indonesia mempunyai opini intoleran. Bersamaan dengan itu, saat ini Indonesia sangat dekat dengan tahun politik. Oleh karena itu, Beliau berharap Kabupaten Gresik dijauhkan dari berita hoax, maupun ujaran kebencian.

"Gresik, merupakan kota santri, dan juga kota wali. Alhamdulillah, Kab. Gresik ini merupakan Kabupaten yang kondusif. Perlu diketahui juga bahwa Kami mengundang guru-guru disini karena sebanyak 57% guru di Indonesia mempunyai opini intoleransi. Apalagi saat ini sangat dekat dengan tahun politik. Tahun politik itu kita waspadai bersama, bagaimana di saat tahun politik ini, Gresik dijauhi oleh ujaran kebencian, berita hoax, dll." Ucap H. Moh. Ersat.

Kemudian sambutan Wakil Ketua MUI Jawa Timur, KH. Ahsanul Haq. Beliau menyampaikan ucapan terimakasih atas terselenggaranya acara ini dengan mengundang guru-guru dan kepala madrasah. Beliau juga menyampaikan bahwa tugas pokok MUI ada 2, yakni : 

1. Pelayan umat (Khodimul Ummah)

2. Mitra Pemerintah (Shodiqul Hukumah)

Ketika 2 tugas pokok ini dijalankan dengan benar, Insyaallah masyarakat aman, tenang, dan kondusif. 

Dilanjutkan Sambutan Wakil Bupati Gresik, Hj. Aminatun Habibah sekaligus membuka acara ini. Beliau berpesan bahwa kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Gresik ini turut menjaga kondusifitas di tahun-tahun politik ini.

"Tujuan pertemuan ini adalah menyambut tahun politik pada tahun 2024. Diharapkan ormas-ormas, ataupun masyarakat di Kab. Gresik dapat menjaga kondusifitas nya. Perlu diketahui bahwa mulai akhir tahun 2023, mulai banyak kampanye-kampanye. Oleh karena itu, sangat diharapkan Gresik dijauhi dari berita hoax, dan ujaran kebencian. Mari kita jaga bersama-sama buat Kabupaten Gresik menjadi Kabupaten yang harmonis, dan adem ayem." Ucap Hj. Aminatun Habibah 

Setelah pemberian sambutan, acara dilanjutkan dengan ceramah oleh Dr. KH. Islah Bahrowi dari Jakarta. Beliau menekankan pentingnya memahami perbedaan antara politik yang benar-benar sejalan dengan nilai-nilai agama dan politisasi agama yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Beliau menggambarkan Rasulullah Muhammad SAW sebagai seorang pemimpin yang tidak hanya menegakkan prinsip-prinsip agama, tetapi juga prinsip-prinsip kemanusiaan yang adil dan rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi seluruh alam). Rasulullah SAW menunjukkan tentang bagaimana politik yang berkeadilan dan sejalan dengan agama bisa membawa kebaikan kepada seluruh masyarakat.

Beliau menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat dalam kepemimpinan Rasulullah. Rasulullah tidak hanya memperhatikan urusan ibadah, tetapi juga urusan sosial, ekonomi, dan politik. Namun, semua tindakan politik yang dilakukannya selalu berlandaskan pada prinsip-prinsip moral dan etika Islam yang tinggi.

Kemudian Dr. KH. Islah Bahrowi membahas tentang politik dalam era sekarang. Beliau mengenali perubahan besar dalam dunia politik dan tantangan yang dihadapi umat Islam di zaman sekarang. Dalam konteks ini, Beliau mengingatkan bahwa politik haruslah diarahkan untuk kebaikan umat dan kesejahteraan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu.

Dr. KH. Islah Bahrowi dengan tegas menentang politisasi agama. Beliau berpendapat bahwa politisasi agama adalah tindakan yang merusak, yang bisa memicu konflik dan ketegangan dalam masyarakat. Agama harus tetap suci dan terpelihara dari campur tangan politik yang merusak. Politik harus memelihara nilai-nilai moral dan etika agama, bukan sebaliknya.

Sejalan dengan itu, Dr. KH. Islah Bahrowi juga dengan tegas mendukung upaya menjaga dan memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Beliau menekankan bahwa Pancasila adalah landasan bersama yang dapat menyatukan berbagai kelompok dalam masyarakat.

Selain itu, Dr. KH. Islah Bahrowi mengingatkan tentang bahaya ujaran kebencian dalam politik. Beliau menegaskan bahwa ujaran kebencian hanya akan memecah belah masyarakat dan menghancurkan kebersamaan. Beliau mengajak semua orang untuk berbicara dengan bijak, menghormati perbedaan pendapat, dan menciptakan ruang untuk dialog yang konstruktif.

Dalam suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan, berbagai pemikiran dan ide tentang bagaimana mempromosikan moderasi beragama di masyarakat dibagikan dan dibahas. Moderasi beragama menjadi landasan penting untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Acara ini juga dapat menjadi wadah untuk merangkul dan mempersatukan seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Gresik dan menjadikannya sebagai kekuatan dalam membangun bangsa yang lebih baik.

Dengan semangat ukhuwah Islamiyah dan semangat kebangsaan yang kental, pertemuan ini tidak hanya menjadi simbol kerukunan antar umat beragama, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menghadirkan perdamaian, harmoni, dan kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Gresik. Semoga silaturahim ini menjadi awal yang baik untuk mempererat tali persaudaraan di tengah keragaman dan menjadikan Kabupaten Gresik sebagai contoh harmoni dalam keberagaman.